<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394</id><updated>2011-07-07T23:03:02.993-07:00</updated><title type='text'>pijaralam Indonesia</title><subtitle type='html'>Bersama mereka kudatang, pemuda petualang.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-699417478353556322</id><published>2010-04-28T22:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T23:21:18.782-07:00</updated><title type='text'>Mendaki Gunung Bawa Karaeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/S9kkPYA7ieI/AAAAAAAAAGg/xgfkfvalY-4/s1600/S6301088.JPG"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/S9kkPYA7ieI/AAAAAAAAAGg/xgfkfvalY-4/s320/S6301088.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465439469353798114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Makassar.&lt;/span&gt; Gunung bawakaraeng terletak diwilayah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Di lereng gunung ini terdapat kawasan wisata terkenal di Sulawesi Selatan yang berada di wilayah ketinggian yakni kota Malino.&lt;br /&gt;Gunung yang tingginya sekitar 2.705 meter dari permukaan laut ini juga menjadi arena pendakian. Namun, sudah banyak menelan korban akibat mati kedinginan bila mendaki pada musim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai puncaknya, para pendaki dapat memeleati beberapa jalur, yakni: jalur Gunung Perak, Jalur Malakaji, Jalur Silanggaya, Jalur Tassoso', Jalur Panaikang, Jalur Lembanna. Semua jalur memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dan yang pasti setiap jalur menjanjikan eksotika ekosistem yang menawan dan menakjubkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-699417478353556322?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/699417478353556322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=699417478353556322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/699417478353556322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/699417478353556322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2010/04/mendaki-gunung-bawa-karaeng.html' title='Mendaki Gunung Bawa Karaeng'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/S9kkPYA7ieI/AAAAAAAAAGg/xgfkfvalY-4/s72-c/S6301088.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-2205270488355782800</id><published>2010-04-28T21:18:00.000-07:00</published><updated>2010-04-28T21:21:34.254-07:00</updated><title type='text'>Pendakian Carstensz; Awal Misi dan Ajang Latihan</title><content type='html'>CARSTENSZ PYRAMID, KOMPAS.com — Selain menjadi awal misi Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia, pendakian ke puncak Carstensz Pyramid atau Ndugu-Ndugu di Jayawijaya, Papua, sekaligus merupakan ajang latihan bagi tim sebelum menempuh perjalanan ke enam puncak tertinggi lainnya. Medan yang bervariasi dan memiliki tingkat kesulitan cukup tinggi membuat Carstensz menjadi lokasi latihan yang tepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Sabtu (24/4/2010), sebagian anggota tim Alfa berlatih dengan kembali mendaki puncak Ndugu-Ndugu di ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pendakian kali ini melibatkan 10 orang, termasuk tim Bravo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim Alfa yang ke Ndugu-Ndugu untuk kedua kalinya antara lain Ardeshir Yaftebbi, Iwan Irawan, dan Nurhuda. Adapun tiga anggota tim lainnya, Martin Rimbawan, Fajri Al Luthfi, dan Gina Afriani, berlatih di puncak Carstensz timur yang berketinggian sekitar 4.400 mdpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Staf Ahli Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia Muhamad Gunawan, kemarin, mengatakan, latihan ke dua puncak itu ditujukan untuk membiasakan tim dengan kondisi medan ekstrem, seperti tebing dan es. ”Dengan begitu, mereka tidak akan terlalu kaget ketika akan mendaki puncak tertinggi lainnya,” kata Gunawan, yang biasa disapa Ogun, di Lembah Danau-Danau, Jayawijaya. Lembah Danau-Danau adalah kamp terakhir tim Ekspedisi Tujuh Puncak Dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pencapaian Tim Wanadri yang kedua kali ke puncak Ndugu-Ndugu, tim berangkat pukul 04.00 WIT dan tiba di puncak pukul 11.30 WIT. Perjalanan sempat terhambat cuaca buruk, yaitu kabut disertai hujan es.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian anggota tim yang mendaki puncak ini menggigil kedinginan sehingga perjalanan agak melambat. Tim baru mencapai Lembah Danau-Danau sekitar pukul 18.30 dengan kondisi fisik yang terkuras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian ke Ndugu-Ndugu sebagian besar melalui medan tebing bebatuan dengan kemiringan 75-90 derajat. Pada ketinggian 80-100 meter menuju puncak, tim melewati jurang selebar 15 meter yang dinamakan Kandang Babi dengan menggunakan lintasan tali (tyrollean).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Rabu lalu, tim inti ekspedisi juga berlatih menghadapi suhu dingin dan rendahnya oksigen dengan menginap di atas medan es yang berada di kawasan es Nggapulu dengan ketinggian sekitar 4.700 mdpl.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan tidur dengan tenda di atas es ini dimaksudkan agar tim terbiasa dengan medan dan suhu yang ekstrem. Kondisi ini diperkirakan akan dihadapi di puncak gunung tertinggi lainnya, seperti McKinley (Alaska, Amerika Serikat), Aconcagua (Argentina), Vinson Massif (Antartika), dan Everest (Nepal/China). (ILO)&lt;br /&gt;from:&lt;br /&gt;http://lipsus.kompas.com/topikpilihan/read/2010/04/26/08591390/Awal.Misi.dan.Ajang.Latihan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-2205270488355782800?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/2205270488355782800/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=2205270488355782800' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/2205270488355782800'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/2205270488355782800'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2010/04/pendakian-carstensz-awal-misi-dan-ajang.html' title='Pendakian Carstensz; Awal Misi dan Ajang Latihan'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-8729731976467763005</id><published>2010-03-07T20:41:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T20:42:52.559-08:00</updated><title type='text'>Penutupan Jalur Pendakian Gunung Salak Diperpanjang</title><content type='html'>&lt;div class="catb"&gt;                                      Penutupan Jalur Pendakian Gunung Salak Diperpanjang          &lt;div class="otext2"&gt;Kamis,  04 Maret 2010 11:59 WIB                   &lt;/div&gt;                                      &lt;div class="otext22"&gt;Penulis : Dede Susanti&lt;/div&gt;                       &lt;/div&gt;                                  &lt;div class="opti"&gt; &lt;!--&lt;p style="height:112px;"&gt;   &lt;a href="http://www.xl.co.id" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://www.mediaindonesia.com/public/imgs/xl_logo.gif" border="0" alt="XL - Jangkauan Luas" align="right" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;--&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BOGOR--MI:&lt;/span&gt; Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) memperpanjang penutupan jalur pendakian Gunung Salak dan Kawah Ratu. Ini merupakan yang kedua kali setelah sebelumnya waktu penutupan ditambah satu bulan dari pemberitahuan penutupan Januari lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perpanjangan penutupan ini berdasarkan surat edaran Nomor 83/IV-T-13/BCA/2010 yang ditandatangani Bambang Supriyanto, Kepala Balai TNGHS. Di surat itu juga disebutkan bahwa TNGHS telah mengeluarkan surat edaran tentang pendakian Gunung Salak dan Kawah Ratu  sebagai petunjuk dan tata cara dalam pendakian Gunung Salak dan Kawah Ratu yang memenuhi ketentuan keselamatan pengunjung dan ekosistem hutannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan perpanjangan penutupan tersebut setelah Balai TNGHS mengevaluasi kondisi cuaca  dimana saat ini masih pada musim penghujan yang juga disertai angin kencang. Perpanjangan masa penutupan jalur ini berlaku hingga 31 Maret mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Selain karena cuaca buruk, perpanjang ini juga evaluasi setelah kejadian sempat hilangnya sejumlah pendaki/mahasiswa asal Jogja," kata Wawan salah seorang pemandau di Balai TNGHS saat menyampaikan surat pemberitahuan tersebut ke Kantor Kecamatan Pamijahan, Kamis (4/3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menyebutkan untuk kawasan Gunung Salak dan Kawah Ratu banyak jalur tikusnya. Makanya perlu diwaspadai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pengawasan selalu dilakukan, hanya saja di sini banyak jalur tikus, dan banyak para pendaki illegal, seperti yang beberapa waktu lalu itu," katanya. (DD/OL-06)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-8729731976467763005?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/8729731976467763005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=8729731976467763005' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/8729731976467763005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/8729731976467763005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2010/03/penutupan-jalur-pendakian-gunung-salak.html' title='Penutupan Jalur Pendakian Gunung Salak Diperpanjang'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-3428023543757795259</id><published>2010-03-07T20:38:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T20:40:34.702-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Surabaya (ANTARA News) - Masyarakat yang tinggal di sebelah tenggara kawah Gunung Semeru diminta mewaspadai guguran lava.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masyarakat yang tempat tinggalnya berada di 4 kilometer sebelah tenggara kawah Junggling Saloko (nama lain kawah Gunung Semeru) harus mewaspadai guguran lava," kata Kepala Subbagian Pengamatan Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agus Budiyanto, saat dihubungi dari Surabaya, Sabtu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, sejak Jumat (5/3) sore, aktivitas letusan di Gunung Semeru terus mengalami peningkatan. "Pertumbuhan kubah lava terus meningkat. Hal ini yang menyebabkan guguran lava mengarah ke tenggara," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru agar meningkatkan kewaspadaan terutama dalam hal mitigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat tersebut untuk mengingatkan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah agar tidak terlena karena sejak Maret 2009, gunung dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut itu relatif tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sampai saat ini status Gunung Semeru adalah Waspada (Level II), saran dia, upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah harus disesuaikan dengan prosedur status Siaga (Level III).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Peningkatan bereskalasi tinggi ini bukan tidak mungkin akan meningkatkan status Gunung Semeru," kata Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas gunung yang sebagian besar berada di wilayah Lumajang itu teramati sejak Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Sampai saat ini kegempaan letusan di Gunung Semeru sudah di atas 70 kali per hari," kata Agus mengungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Sumarna, petugas bagian informasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, mengaku telah menerima surat dari PVMBG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah menutup jalur pendakian menuju kawah Semeru itu sejak 4 Januari lalu. Dan kemungkinan baru bisa dibuka kembali April mendatang setelah ada evaluasi dari PVMBG," katanya. (T.M038/A038)&lt;p class="cprt"&gt;COPYRIGHT © 2010&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-3428023543757795259?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/3428023543757795259/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=3428023543757795259' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/3428023543757795259'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/3428023543757795259'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2010/03/urabaya-antara-news-masyarakat-yang.html' title=''/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-6209724402291269232</id><published>2010-03-07T20:37:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T20:38:16.606-08:00</updated><title type='text'>Waspadai Guguran Lava Gunung Semeru</title><content type='html'>urabaya (ANTARA News) - Masyarakat yang tinggal di sebelah tenggara kawah Gunung Semeru diminta mewaspadai guguran lava.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masyarakat yang tempat tinggalnya berada di 4 kilometer sebelah tenggara kawah Junggling Saloko (nama lain kawah Gunung Semeru) harus mewaspadai guguran lava," kata Kepala Subbagian Pengamatan Gunung Api, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Agus Budiyanto, saat dihubungi dari Surabaya, Sabtu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut dia, sejak Jumat (5/3) sore, aktivitas letusan di Gunung Semeru terus mengalami peningkatan. "Pertumbuhan kubah lava terus meningkat. Hal ini yang menyebabkan guguran lava mengarah ke tenggara," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihaknya sudah mengirimkan surat kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru agar meningkatkan kewaspadaan terutama dalam hal mitigasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat tersebut untuk mengingatkan masyarakat sekitar dan pemerintah daerah agar tidak terlena karena sejak Maret 2009, gunung dengan ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut itu relatif tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sampai saat ini status Gunung Semeru adalah Waspada (Level II), saran dia, upaya yang dilakukan oleh pemerintah sudah harus disesuaikan dengan prosedur status Siaga (Level III).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Peningkatan bereskalasi tinggi ini bukan tidak mungkin akan meningkatkan status Gunung Semeru," kata Agus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas gunung yang sebagian besar berada di wilayah Lumajang itu teramati sejak Desember 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   "Sampai saat ini kegempaan letusan di Gunung Semeru sudah di atas 70 kali per hari," kata Agus mengungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Sumarna, petugas bagian informasi Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, mengaku telah menerima surat dari PVMBG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah menutup jalur pendakian menuju kawah Semeru itu sejak 4 Januari lalu. Dan kemungkinan baru bisa dibuka kembali April mendatang setelah ada evaluasi dari PVMBG," katanya. (T.M038/A038)&lt;p class="cprt"&gt;COPYRIGHT © 2010&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-6209724402291269232?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/6209724402291269232/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=6209724402291269232' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/6209724402291269232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/6209724402291269232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2010/03/waspadai-guguran-lava-gunung-semeru.html' title='Waspadai Guguran Lava Gunung Semeru'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-4668742525177412230</id><published>2010-03-07T20:34:00.001-08:00</published><updated>2010-03-07T20:34:51.802-08:00</updated><title type='text'>Pendakian Internasional Gunung Rinjani Juni 2010</title><content type='html'>Mataram (ANTARA News) - Kegiatan pendakian internasional Gunung Rinjani di Pulau Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), dijadwalkan Juli 2010, yang akan melibatkan para pendaki dalam jumlah lebih banyak dan berasal dari berbagai negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sudah seringkali mengkoordinasikan persiapan pendakian internasional itu di Jakarta dan sudah ditetapkan jadwalnya Juli mendatang," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu Gita Ariadi di Mataram, Selasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ariadi mengatakan, penyelenggara kegiatan pendakian internasional Gunung Rinjani itu merupakan panitia bentukan Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Kementerian Kehutanan (Kemhut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Rinjani merupakan bagian dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen PHKA Kemhut, yang dikelola oleh Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami sudah berkoordinasi dan sekarang tinggal menunggu realisasinya pada Juli mendatang, jika dibutuhkan peran RTMB (Rinjani Tracking Management Board) kami siap menyukseskannya," ujar Ariadi yang juga Ketua RTMB periode 2008-2013.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RTMB merupakan pengelola kegiatan pendakian Gunung Rinjani sebuah badan lintas sektoral yang melibatkan unsur pemerintah, swasta, masyarakat dan pelaku pariwisata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunung Rinjani merupakan gunung api tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci (3.800 meter) yang terletak di Sumatra, merupakan geowisata yang ramai dikunjungi wisatawan, baik nusantara maupun mancanegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi geowisata itu berupa panorama kaldera, danau, puncak, kawah, air terjun, mata air panas, goa, sejarah letusan, lubang letusan dan aliran lava baru sehingga tengah diusulkan menjadi &lt;em&gt;geopark&lt;/em&gt; pertama di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Gunung berapi yang tingginya mencapai 3.726 meter dari permukaan laut (dpl), akan dijadikan &lt;em&gt;geopark&lt;/em&gt; atau taman bumi pertama di Indonesia atau &lt;em&gt;geopark&lt;/em&gt; ke-54 yang tersebar di 17 negara di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dikelola RTMB, Rinjani telah beberapa kali meraih penghargaan nasional maupun internasional antara lain World Agency Award 2004 dan Tourism For Tomorrow Awards pada tahun 2006 dan 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Musim pendakian Gunung Rinjani dimulai pertengahan April hingga awal Desember sesuai kondisi cuaca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur pendakian hingga mencapai Danau Segara Anak dapat melalui dua jalur resmi yakni jalur pendakian Senaru dengan waktu tempuh 7-10 jam berjalan kaki karena jaraknya kurang lebih delapan kilometer, dan jalur Sembalun dengan waktu tempuh relatif sama yakni 8-10 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung yang sudah berada di Pelawangan masih membutuhkan waktu 4-5 jam untuk menggapai puncak Gunung Rinjani melalui jalur pendakian yang ditetapkan, namun melewati kawasan hutan.&lt;br /&gt;(ANT/B010)&lt;p class="cprt"&gt;COPYRIGHT © 2010&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-4668742525177412230?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/4668742525177412230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=4668742525177412230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/4668742525177412230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/4668742525177412230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2010/03/pendakian-internasional-gunung-rinjani.html' title='Pendakian Internasional Gunung Rinjani Juni 2010'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-5577891942806366270</id><published>2010-03-07T20:32:00.001-08:00</published><updated>2010-03-07T20:32:10.247-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="thumb_news" style="width: 154px;"&gt;&lt;img src="http://img.antara.co.id/stockphotos/tokoh/tinju220909-2.jpg" alt="Adhyaksa Jadi Aktivis Lingkungan" title="Adhyaksa Jadi Aktivis Lingkungan" /&gt;&lt;span class="caption"&gt;&lt;br /&gt;Adhyaksa Dault (ANTARA)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Cianjur (ANTARA News) - Mantan Menpora Adhyaksa Dault menyatakan, untuk sementara dirinya meninggalkan dunia politik untuk menekuni kegiatan lingkungan dengan menjadi Ketua Umum Vanaprastha, organisasi yang berdiri sejak 1976.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak berpolitik dulu. Saya mau perhatikan masalah lingkungan hidup yang dulu pernah saya jalani," kata Adhyaksa di sela pengukuhan pengurus Vanaprastha periode 2010-2013, di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat, Sabtu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadir pada acara tersebut beberapa aktivis lingkungan, seperti Iwan Abdulrahman (Abah Iwan), Herman Lantang, dan Soleh Sudrajad, serta pegiat Wanadri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara tersebut artis Marcella Zalianty dan Olivia Zalianty menjadi anggota kehormatan Vanaprastha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini Adhyaksa juga anggota kehormatan organisasi pencinta alam Wanadri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adhyaksa mengatakan, ia menggeluti lingkungan hidup karena prihatin dengan kondisi lingkungan saat ini, terutama kondisi hutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hutan semakin memprihatinkan karena luasannya semakin berkurang dari tahun ke tahun," kata mantan Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan yang akan dilakukan dalam waktu dekat, katanya, adalah melakukan gladian atau pertemuan nasional para pecinta lingkungan hidup, termasuk yang berasal dari SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adhyaksa mengatakan, ia akan memotivasi generasi muda untuk mencintai lingkungan dengan berbagai kegiatan seperti napak tilas, gerak jalan, dan kegiatan menanam pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adhyaksa yang kini juga mengajar S3 di Universitas Diponegoro itu mengatakan, ia tidak tiba-tiba menjadi pencita alam atau lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adhyaksa mengatakan, ia sudah sejak SMA aktif menjadi pecinta alam, antara lain sering naik Gunung Gede Pangrango, bahkan pernah tersesat hingga dua hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Abah Iwan mengatakan, dengan mengurusi lingkungungan, Adhyaksa tidak turun jabatan dan tugas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan, mengurus lingkungan sangat penting jika dilaksanakan dengan penuh komitmen dan tanggungjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(T.U002/R009)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-5577891942806366270?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/5577891942806366270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=5577891942806366270' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/5577891942806366270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/5577891942806366270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2010/03/adhyaksa-dault-antara-cianjur-antara.html' title=''/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-9049004850495674293</id><published>2010-03-07T20:25:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T20:26:08.818-08:00</updated><title type='text'>Muncul Setelah Sebulan Hilang</title><content type='html'>UMAT, 05 MARET 2010 | 00:19 WITA | 1690 Hits     &lt;div class="shareface"&gt;       &lt;div class="addthis_toolbox addthis_default_style"&gt; &lt;a href="http://www.addthis.com/bookmark.php?v=250&amp;amp;username=xa-4b3247af2098dc9e" class="addthis_button_compact at300m"&gt;&lt;span class="at300bs at15t_compact"&gt;&lt;/span&gt;Share&lt;/a&gt; &lt;span class="addthis_separator"&gt;|&lt;/span&gt; &lt;a title="Send to Facebook" target="_blank" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?pub=xa-4b3247af2098dc9e&amp;amp;v=250&amp;amp;source=tbx-250&amp;amp;tt=0&amp;amp;s=facebook&amp;amp;url=http%3A%2F%2Flokalnews.fajar.co.id%2Fread%2F84488%2F123%2Fmuncul-setelah-sebulan-hilang&amp;amp;title=Fajar%20Lokal%20News%20%3A%20Muncul%20Setelah%20Sebulan%20Hilang&amp;amp;content=&amp;amp;lng=en" class="addthis_button_facebook at300b"&gt;&lt;span class="at300bs at15t_facebook"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a title="Send to MySpace" target="_blank" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?pub=xa-4b3247af2098dc9e&amp;amp;v=250&amp;amp;source=tbx-250&amp;amp;tt=0&amp;amp;s=myspace&amp;amp;url=http%3A%2F%2Flokalnews.fajar.co.id%2Fread%2F84488%2F123%2Fmuncul-setelah-sebulan-hilang&amp;amp;title=Fajar%20Lokal%20News%20%3A%20Muncul%20Setelah%20Sebulan%20Hilang&amp;amp;content=&amp;amp;lng=en" class="addthis_button_myspace at300b"&gt;&lt;span class="at300bs at15t_myspace"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a title="Send to Google" target="_blank" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?pub=xa-4b3247af2098dc9e&amp;amp;v=250&amp;amp;source=tbx-250&amp;amp;tt=0&amp;amp;s=google&amp;amp;url=http%3A%2F%2Flokalnews.fajar.co.id%2Fread%2F84488%2F123%2Fmuncul-setelah-sebulan-hilang&amp;amp;title=Fajar%20Lokal%20News%20%3A%20Muncul%20Setelah%20Sebulan%20Hilang&amp;amp;content=&amp;amp;lng=en" class="addthis_button_google at300b"&gt;&lt;span class="at300bs at15t_google"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;a title="Tweet This" target="_blank" href="http://www.addthis.com/bookmark.php?pub=xa-4b3247af2098dc9e&amp;amp;v=250&amp;amp;source=tbx-250&amp;amp;tt=0&amp;amp;s=twitter&amp;amp;url=http%3A%2F%2Flokalnews.fajar.co.id%2Fread%2F84488%2F123%2Fmuncul-setelah-sebulan-hilang&amp;amp;title=Fajar%20Lokal%20News%20%3A%20Muncul%20Setelah%20Sebulan%20Hilang&amp;amp;content=&amp;amp;lng=en" class="addthis_button_twitter at300b"&gt;&lt;span class="at300bs at15t_twitter"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt; &lt;script type="text/javascript" src="http://s7.addthis.com/js/250/addthis_widget.js#username=xa-4b3247af2098dc9e"&gt;&lt;/script&gt;          &lt;/div&gt;     &lt;br /&gt;&lt;div id="judulberita"&gt;Muncul Setelah Sebulan Hilang&lt;/div&gt;           MASAMBA -- Dua dari lima pendaki dari Kelompok Pencinta Alam Sawerigading (Kapas) Kota Palopo yang dinyatakan hilang di Gunung Kambuno Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara, 30 Januari lalu secara mengejutkan muncul di Kecamatan Rampi, Kamis 4 Maret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua pendaki tersebut yakni Jumadil alias Heru, 21, dan Puja Saputra, 21. Mereka muncul sekira pukul 17.30 di belakang rumah warga di Desa Leboni --daerah yang berbatasan Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga yang melihat dua pendaki ini berjalan tergopoh-gopoh langsung mengamankan dan mengkonfirmasikan ke Posko Induk Pencarian Kambuno di Kecamatan Sabbang, Lutra menggunakan radio amatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koordinator Posko Induk Pencarian Kambuno, Oghi, yang dikonfirmasi malam tadi membenarkan hal itu. Menurutnya, warga yang melihat dua orang ini langsung mengevakuasi ke rumahnya dan menghubungi posko induk pencarian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sudah kita pastikan ke warga di Desa Lebone menggunakan radio amatir dan dua orang yang muncul di sana yakni Jumadil dan Puja. Perlu saya perjelas mereka bukan ditemukan tapi muncul sendiri," ujarnya.&lt;br /&gt;Kondisi kesehatan Jumadil, menurut Oghi, sangat memprihatinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Puja yang mengaku mencari jalan keluar dari hutan Gunung Kambuno itu juga kondisinya masih lemas. Dia mengaku untuk keluar dari hutan itu, harus melalui pendakian dan jalan terjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan penuturan Puja ke posko induk pencarian, dia tersesat karena berpisah dengan tiga orang rekan lainnya di Gunung Kambuno, yakni, Ansar, 22, Ahmad Pasau alias Kars alias Aldi, 21, dan Cakra Pradipta, 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puja maupun Jumadil hingga kemarin juga belum bisa memastikan kondisi tiga rekan mereka. Hingga malam tadi, Jumadil dan Puja masih sementara dirawat di Desa Lebone oleh warga setempat. Rencananya mereka akan segera dievakuasi dari desa itu menggunakan jalur udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita sementara komunikasikan dengan beberapa pihak untuk segera mengevakuasi mereka mengingat kondisi kesehatannya memprihatinkan," ujar Oghi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komandan Kodim 1403 Sawerigading, Kol Inf Dede Indrazat mengatakan akan segera mengupayakan bantuan perlengkapan evakuasi menggunakan jalur udara. “Ojek tidak memungkinkan dengan kondisi dua pendaki ini,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapolres Luwu Utara, AKBP Choirut Touchid, juga membenarkan munculnya dua pendaki ini. Pihaknya juga sementara mengupayakan untuk segera melakukan evakuasi dari daerah terjauh di Kabupaten Lutra tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu pihak keluarga Jumadil dan Puja langsung menyambut baik kabar tersebut. Mereka bahkan akan segera berangkat ke Posko Induk Pencarian untuk menunggu tim evakuasi mendatangkan dua orang ini dari Kecamatan Rampi. "Saya akan ke Sabbang untuk menjemputnya," ujar seorang kerabat Puja, Baim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu rekan korban, Agus Salim, yang juga Ketua Forum Pencinta Alam Palopo, mengatakan munculnya dua rekannya ini di Kecamatan Rampi sebagai hal yang cukup mengejutkan. Pasalnya medan dan jarak yang harus dilalui dari Gunung Kambuno ke Kecamatan Rampi cukup berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Itu menunjukkan kemampuan survival keduanya cukup tangguh untuk bertahan di hutan hingga 32 hari lamanya," ujarna. (man)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-9049004850495674293?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/9049004850495674293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=9049004850495674293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/9049004850495674293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/9049004850495674293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2010/03/muncul-setelah-sebulan-hilang.html' title='Muncul Setelah Sebulan Hilang'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-4053980980577587298</id><published>2010-03-07T20:20:00.000-08:00</published><updated>2010-03-07T20:21:09.781-08:00</updated><title type='text'>Dua Pendaki Langsung Masuk RS</title><content type='html'>Setelah Tiba di Kota Palopo                   &lt;div class="boxartikel"&gt;         &lt;div class="boximgartikel"&gt;      &lt;div id="loadarea" style="margin-bottom: 5px; width: 300px; height: 225px;"&gt;       &lt;img src="http://www.tribun-timur.com/photo/2009/01/861e5da40f25ac976bfaa50e67e3d75d.jpg" border="0" height="225" width="300" /&gt;          &lt;/div&gt;            &lt;div style="margin-bottom: 5px;"&gt;            &lt;/div&gt;           &lt;div align="right"&gt;KOMPAS.COM/GETTY IMAGES/PETER MACDIARMID&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;TELANJANG - Pendaki gunung telanjang, Steven Gough, beraksi di Lands End, Inggris. Pemerintah Swiss melarang pendaki mendaki tanpa busana.&lt;/span&gt;                &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;  &lt;div class="boxartikel"&gt; &lt;div id="boxterkait"&gt;&lt;b class="judulnolead"&gt;Artikel Terkait:&lt;/b&gt;&lt;ul id="navlist"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.tribun-timur.com/read/artikel/84324" title="Berkat Pemburu Hewan"&gt;Berkat Pemburu Hewan&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="tanggal"&gt;Senin, 8 Maret 2010 | 02:04 WITA&lt;/div&gt; &lt;p&gt;Palopo, Tribun - Dua anggota Kapas Palopo, Puja Syahputra dan Achmad Pasau, yang sebelumnya sempat hilang selama satu bulan di Pegunungan Kambuno, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), akhirnya tiba di Palopo, Sabtu (6/3). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keduanya langsung dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sawerigading, Palopo. Sebelum dibawa ke Palopo, Puja dan Achmad sempat dirawat di Puskesmas Rampi, Lutra.&lt;br /&gt;Kondisi fisik keduanya cukup memprihatinkan, karena selama satu bulan hanya makan dedaunan dan binatang.&lt;br /&gt;Selain luka goresan, hampir di sekujur tubuh keduanya terdapat luka bekas gigitan lintah.&lt;br /&gt;Dari Rampi, keduanya lalu dievakuasi ke Masamba menggunakan pesawat udara. Selanjutnya Puja dan Aldy dibawa ke Palopo dengan menggunakan mobil ambulans.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecewa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sebelumnya, beredar kabar bahwa kedua pendaki yang ditemukan adalah Puja dan Jumadil. Namun ternyata yang ditemukan bukan  Jumadil, tapi Aldy.&lt;br /&gt;Asri Jamal, ayah Jumadil, yang telah berada di Palopo sejak awal pencarian merasa kecewa karena ternyata yang ditemukan bukan anaknya. "Sangat kecewa, Nak," kata Asrti kepada wartawan saat mengetahui yang ditemukan bukan anaknya.&lt;br /&gt;Warga Desa Pakue, Kecamatan Pakue Utara, Kabupaten Lasusua Utara, Sulawesi Tenggara, ini bahkan nyaris pingsan di Bandara A Djemma saat proses penjemputan berlangsung.&lt;br /&gt;Hingga kemarin, masih tersisa tiga pendaki yang belum ditemukan, yakni Anzar, Jumadil, dan Cakra Pradikta.&lt;br /&gt;Kelimanya mendaki Gunung Kambuno sejak tanggal 31 Januari. Seharusnya mereka telah kembali ke Palopo sejak 5 Februari.  &lt;br /&gt;Ratusan tim pencari yang berasal dari gabungan kelompok pencinta alam (KPA) se-Luwu Raya dan &lt;a href="http://www.tribun-timur.com/"&gt;Makassar&lt;/a&gt; terus melakukan pencarian. Pencarian yang sebelumnya difokuskan di Pegunungan Kambuno, dialihkan ke daerah Rampi.&lt;br /&gt; Hal itu sesuai dengan petunjuk Puja yang mengaku terakhir bersama tiga rekannya itu di daerah aliran sungai yang menuju Kecamatan Rampi. "Pencarian saat ini difokuskan ke daerah Rampi," kata ketua posko pencarian, Oghi. (wd)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/p&gt; &lt;a href="http://www.tribun-timur.com/" target="_blank"&gt;Tribun Timur&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-4053980980577587298?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/4053980980577587298/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=4053980980577587298' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/4053980980577587298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/4053980980577587298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2010/03/dua-pendaki-langsung-masuk-rs.html' title='Dua Pendaki Langsung Masuk RS'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-1441960251308604198</id><published>2009-06-19T08:23:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T08:32:40.328-07:00</updated><title type='text'>Pemandangan Pegunungan Bawakaraeng tahun 2005</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjuvZj10YnI/AAAAAAAAAGU/l6QOIGBdzpk/s1600-h/IMG_3572.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjuvZj10YnI/AAAAAAAAAGU/l6QOIGBdzpk/s320/IMG_3572.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349061836085158514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjuvZb_YSMI/AAAAAAAAAGM/OIJ9D00oPwM/s1600-h/IMG_3571.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjuvZb_YSMI/AAAAAAAAAGM/OIJ9D00oPwM/s320/IMG_3571.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349061833977776322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjuvZAj2eCI/AAAAAAAAAGE/lobdiQK2dGE/s1600-h/IMG_3569.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjuvZAj2eCI/AAAAAAAAAGE/lobdiQK2dGE/s320/IMG_3569.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349061826614556706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Foto-foto ini diambil oleh kanda Jihad Syaifullah, beliau adalah pembina lepas di organisasi kami...&lt;br /&gt;Berkat beliaulah, sehingga orang-orang bajeng kenal dengan kegiatan mendaki khususnya mendaki gunung bawakaraeng. Pertamakali mengajak para purnabakti DKR bajeng pada akir tahun 80-an. pertamakali mengajak Haedar Hafid (ketua PIJARALAM 2007-sekarang) untuk melaksanakan pendakian lintas lompobattang-bawakaraeng, keudian dilanjutkan dengan pendakian puncak Rante Mario, pegunungan Latimojong... Beberapa kali beliau berbagi ilmu teoritik dalam Bastra (penerimaan anggota) Pijaralam. Makasih bang Jihad atas Ilmunya... mo&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;/span&gt;ga-moga cepat ada bainengta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-1441960251308604198?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/1441960251308604198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=1441960251308604198' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/1441960251308604198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/1441960251308604198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2009/06/pemandangan-pegunungan-bawakaraeng.html' title='Pemandangan Pegunungan Bawakaraeng tahun 2005'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjuvZj10YnI/AAAAAAAAAGU/l6QOIGBdzpk/s72-c/IMG_3572.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-5079023565752222700</id><published>2009-06-19T08:04:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T08:18:32.727-07:00</updated><title type='text'>Kala PENA di Puncak Ramma Pegunungan Bawakaraeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjurrC3B3kI/AAAAAAAAAF8/Q3Lm-q_3_9Y/s1600-h/14082008273.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjurrC3B3kI/AAAAAAAAAF8/Q3Lm-q_3_9Y/s200/14082008273.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349057738423000642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjurq6IjGvI/AAAAAAAAAF0/s0ioGbwpFQ8/s1600-h/imran+pegang+bandera.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjurq6IjGvI/AAAAAAAAAF0/s0ioGbwpFQ8/s200/imran+pegang+bandera.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349057736080562930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8z4RD-I/AAAAAAAAAFs/Yt7SZ5dMG0A/s1600-h/14082008270.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8z4RD-I/AAAAAAAAAFs/Yt7SZ5dMG0A/s200/14082008270.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349055844616048610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8gzKh8I/AAAAAAAAAFk/FPNkoJDnh6Y/s1600-h/14082008269.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8gzKh8I/AAAAAAAAAFk/FPNkoJDnh6Y/s200/14082008269.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349055839494375362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8Tpp7oI/AAAAAAAAAFc/-ts5Ts9LqlA/s1600-h/12082008059.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8Tpp7oI/AAAAAAAAAFc/-ts5Ts9LqlA/s200/12082008059.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349055835964829314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8Qg0zWI/AAAAAAAAAFU/_9beXWsybBg/s1600-h/12082008045.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8Qg0zWI/AAAAAAAAAFU/_9beXWsybBg/s200/12082008045.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349055835122486626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8IVzGSI/AAAAAAAAAFM/ZYj2j9hOsCw/s1600-h/12082008057.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/Sjup8IVzGSI/AAAAAAAAAFM/ZYj2j9hOsCw/s200/12082008057.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349055832928753954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-5079023565752222700?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/5079023565752222700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=5079023565752222700' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/5079023565752222700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/5079023565752222700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2009/06/kala-pena-di-puncak-ramma-pegunungan.html' title='Kala PENA di Puncak Ramma Pegunungan Bawakaraeng'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjurrC3B3kI/AAAAAAAAAF8/Q3Lm-q_3_9Y/s72-c/14082008273.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-1742216634457961846</id><published>2009-06-10T20:21:00.000-07:00</published><updated>2009-06-19T08:22:26.433-07:00</updated><title type='text'>Usai Pengukuhan sebagai Anggota Pijaralam Angk. IV</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjB64uyo9aI/AAAAAAAAAFE/zrvFT2Q9kgM/s1600-h/100_4603.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjB64uyo9aI/AAAAAAAAAFE/zrvFT2Q9kgM/s200/100_4603.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345907872740472226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-1742216634457961846?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/1742216634457961846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=1742216634457961846' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/1742216634457961846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/1742216634457961846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2009/06/blog-post.html' title='Usai Pengukuhan sebagai Anggota Pijaralam Angk. IV'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjB64uyo9aI/AAAAAAAAAFE/zrvFT2Q9kgM/s72-c/100_4603.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-5809275324022476307</id><published>2009-06-10T20:11:00.000-07:00</published><updated>2009-06-10T20:21:30.136-07:00</updated><title type='text'>BASIC TRANING PIJARALAM V 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjB39h7kiBI/AAAAAAAAAE8/HPgZyrJUzWo/s1600-h/100_4493.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjB39h7kiBI/AAAAAAAAAE8/HPgZyrJUzWo/s200/100_4493.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345904656652732434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-5809275324022476307?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/5809275324022476307/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=5809275324022476307' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/5809275324022476307'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/5809275324022476307'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2009/06/basic-traning-pijaralam-v-2009.html' title='BASIC TRANING PIJARALAM V 2009'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SjB39h7kiBI/AAAAAAAAAE8/HPgZyrJUzWo/s72-c/100_4493.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-6450805862758403869</id><published>2008-12-11T00:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-11T01:28:14.874-08:00</updated><title type='text'>Caving Motivator Coaching</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUDc8HPfnaI/AAAAAAAAAC8/LQ1VVXILSf0/s1600-h/S6300126.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUDc8HPfnaI/AAAAAAAAAC8/LQ1VVXILSf0/s200/S6300126.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278461688572517794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Upaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan para calon instruktur PIJARALAM. Baru -baru ini pijaralam melaksanakan PIJARALAM CAVING MOTIVATOR COACHING. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan september lalu (19-21/09/08)berlokasi di Maros dan untuk penyajian materi indornya bertemnpat di MABES KORPALA.Pesertanya bukan hanya dari anggota pijar alam sendiri, kpa (kelompok pecinta alam) sebagai partner Pijaralam pun turut diundang yakni ABHOTIG dan WALET. Namun hanya KPA Abhotig yang mengirimkan anggotanya, Salam dan Lilu.&lt;br /&gt;Kegiatan ini dikelola langsung instruktur dari KORPALA, yakni Pardi, Mulla (mantan ketua umum Korpala Unhas, dan adi.(HW02)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-6450805862758403869?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/6450805862758403869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=6450805862758403869' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/6450805862758403869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/6450805862758403869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2008/12/caving-motivator-coaching.html' title='Caving Motivator Coaching'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUDc8HPfnaI/AAAAAAAAAC8/LQ1VVXILSf0/s72-c/S6300126.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-1569689881009240177</id><published>2008-11-26T02:30:00.000-08:00</published><updated>2008-12-20T07:04:58.741-08:00</updated><title type='text'>Melepas Lelah di Talung Sebelum Menuju Lembah Ramma, Gng Bawakaraeng</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SS0l9fC6vUI/AAAAAAAAAC0/dL7cVnDmXTg/s1600-h/S6300988.JPG"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SS0l9fC6vUI/AAAAAAAAAC0/dL7cVnDmXTg/s320/S6300988.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272912476956704066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-1569689881009240177?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/1569689881009240177/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=1569689881009240177' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/1569689881009240177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/1569689881009240177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2008/11/blog-post_26.html' title='Melepas Lelah di Talung Sebelum Menuju Lembah Ramma, Gng Bawakaraeng'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SS0l9fC6vUI/AAAAAAAAAC0/dL7cVnDmXTg/s72-c/S6300988.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3643819622713002394.post-2243470367428501448</id><published>2008-11-20T08:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-20T08:18:40.996-08:00</updated><title type='text'>Penjaga Gunung Bawakaraeng</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SSWMsA9CXgI/AAAAAAAAACM/NNHnrlNei3A/s1600-h/mandong.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 93px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SSWMsA9CXgI/AAAAAAAAACM/NNHnrlNei3A/s320/mandong.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5270773626705174018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Daeng Mandong, Penjaga Gunung Bawakaraeng&lt;br /&gt;Submitted by djuni on Sat, 01/09/2007 - 10:27.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * sosok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng Mandong, Penjaga Gunung Bawakaraeng&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:: Akbar Abu Thalib ::&lt;br /&gt;Kamis, 14-09-2006&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan terhadap Gunung Bawakaraeng membuat Daeng Mandong mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjaga kelestarian kawasan pegunungan di Kabupaten Gowa ini. Citizen reporter Akbar Abu Thalib mewawancarai Daeng Mandong di tengah suasana HUT Proklamasi RI bulan Agustus lalu. Banyak hal menarik yang terungkap dalam perbincangan itu, termasuk honorarium Rp150.000 per bulan yang diterimanya dengan ikhlas sebagai upah menjadi penjaga gunung. (p!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis malam, 17 agustus 2006. Sudah sepekan warga kota Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 61. Seperti lazimnya di berbagai tempat di Indonesia, pelbagai lomba hiburan digelar. Ada lomba makan krupuk, lari karung, panjat pinang dan permainan rakyat lainnya. Malam harinya, juga ada pentas seni. Sebuah panggung berukuran enam kali empat didirikan di lapangan sepakbola Malino, dan menjadi saksi tradisi tahunan yang sangat riuh. Semua warga mengambil bagian. Ada yang melantunkan lagu-lagu pop, dangdut bahkan lagu rock. Tentu saja, tak ketinggalan pula pembacaan puisi-pusi perjuangan dan lagu-lagu kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warga betul-betul menyambut sukacita perhelatan itu. Lomba demi lomba, pentas demi pentas, disambut dengan gelak tawa dan ramai tepuk tangan. Sesekali suitan-suitan nakal hadir di antara keriuhan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, nun jauh dari keramaian pesta itu, tepatnya di kaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa seorang lelaki paruh baya berdiam dalam sepinya alam pegunungan. Ia sepertinya lebih menikmati suara desir angin gunung, ketimbang bergabung bersama penduduk lainnya, berkumpul menikmati pesta HUT Proklamasi di Malino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki berkulit legam ini menyendiri, menggelisahkan Bawakaraeng. Menurutnya, hanya satu hal yang ia tahu: Gunung Bawakaraeng saat ini dalam kondisi sangat krits. “Saya kasihan sama orang-orang, sama warga desa. Mereka tidak ada yang peduli dengan Bawakaraeng. Padahal, sudah terjadi longsor besar. Saya takut, kemungkinan ada longsor besar susulan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Namanya Daeng Mandong. Berusia kurang lebih 50 tahun. Dalam 30 tahun terakhir, ia telah mendedikasikan hidupnya menjaga kelestarian alam Gunung Bawakaraeng. Setiap hari Daeng Mandong melakukan aktivitas menanam bibit pohon di kawasan-kawasan curam gunung purba itu. Bibit pohon yang ditanamnya, antara lain Mahoni, Jati, dan pohon-pohon jenis keras lainnya. Sebelum ditanam, bibit-bibit itu disemai di sekitar rumahnya. Daeng Mandong tak ingat persis berapa jumlah bibit yang sudah ditanamnya. Namun, ia menyebutkan kisaran ribuan batang pohon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai bentuk balasan dari hasil jerih payahnya ini, ia mendapat honor dari Dinas Kehutanan Kabupaten Gowa, sebesar Rp150.000 per bulan. Jumlah itu tentu saja tak mencukupi. Namun menurut pengakuan Daeng Mandong, untuk kebutuhan hidupnya, seperti pakaian dan makanan, seringkali diberikan oleh para pendaki yang kebetulan singgah bermalam di rumahnya. Namun jika kebutuhannya sangat mendesak, sekali dalam sepekan, Daeng Mandong pergi berbelanja ke pasar Malino.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menanam bibit pohon, ia menghabiskan malam harinya dengan bercengkrama bersama para pendaki, yang kebanyakan berasal dari kelompok-kelompok pecinta alam. Ia seringkali memberi nasihatnya kepada para anak-anak muda itu, agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan sikap diri, selama melakukan pendakian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pagi hari, sebelum menyemai bibit-bibit pohonnya, Daeng Mandong memiliki kebiasaan naik ke puncak Talung, daratan tertinggi di lembah Ramma. Dari situ, ia memperhatikan jejeran puncak gunung untuk melihat gejala alam yang terjadi. “Dari Talung, kita bisa lihat hampir semua bekas longsoran Bawakaraeng. Kita juga bisa lihat arah longsoran itu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daeng Mandong mengatakan, dirinya tak akan pernah lupa peristiwa longsor di hari Jumat siang, 26 Maret 2004 lalu. Ratusan warga Kampung Lengkese, Desa Manimbahoi, Kecamatan Tinggimoncong, Malino sedang bertani di sawahnya. 32 orang di antaranya tewas tertimbun. Reruntuhan lumpur itu juga menerjang ratusan hektar sawah, rumah serta gedung sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, warga Kampung Lengkese baru saja usai menunaikan shalat Jumat. Sebagian besar laki-laki langsung ke sawah sepulangnya ke rumah. Sebagian lainnya membawa ternak sapi merumput dan sebagian beristirahat atau makan siang lebih dulu di rumah. Menggarap sawah sangat dirindukan warga. Maklum, sekitar dua minggu hujan lebat turun. Karena itu, Jumat yang cerah itu tak ingin mereka sia-siakan, apalagi tanaman padi mereka menjelang panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak satu pun menduga bahwa sebentar lagi kampung, sawah, kebun, ternak, bahkan keluarga yang mereka cintai dan diri mereka sendiri bakal tertimpa tanah longsor. Tak ada tanda-tanda awal yang biasanya diisyaratkan alam. Ada sedikit tanda, berupa tanah berjatuhan sedikit-sedikit dari tebing, tetapi belum sempat terbaca. Bahkan berselisih hitungan menit sebelum akhirnya kaki hingga sebagian dinding Gunung Bawakaraeng runtuh dan meluluhlantakkan semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Manimbahoi berada di ngarai, tepat di kaki Gunung Bawakareang, dan di sisi kiri dan kanan hulu Sungai Jeneberang. Menurut Daeng Mandong, ia merasa sedih, karena tak mampu dengan cepat memberitahu warga desa. Gerakan cepat kakinya menuju Desa Manimbahoi, dipotong oleh derasnya longsor yang memiliki panjang 30 kilometer dan ketebalan hingga 400 meter itu. Sebelum peritiwa itu terjadi, ia mendengar suara ledakan yang sangat keras. Diduganya, suara ledakan itu berasal dari tebing gunung bagian bawah yang patah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Daeng Mandong berdiam di Lembah Ramma, tempat yang jauh dari desa terakhir di kaki gunung, Desa Lembanna. Mencapai Lembah Ramma dari Lembanna, hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki, selama kurang lebih lima jam. Medan jalur yang dilalui boleh dikata sangat berat, sempit dengan apitan pepohonan pinus di kedua sisinya. Tempat terpencil itu sebuah lembah yang dikelilingi bukit dan jejeran puncak-puncak Gunung Bawakaraeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komitmen Daeng Mandong begitu kuat. Ia rela meninggalkan desanya, Desa Takappala, dan memilih bertempat tinggal di Lembah Ramma, untuk menjaga totalitas kepeduliannya terhadap lingkungan. Daeng Mandong bercerita, saat itu, 10 tahun lalu, ratusan warga desa mengantarnya ke tempat tinggal yang baru. Bahkan, rumah panggung miliknya juga ikut di boyong, setelah sebelumnya dibongkar dan dipisah-pisahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah panggung itu berukuran empat kali tiga meter. Di dalamnya, terdapat tiga buah ruangan. Ruang tamu yang menyatu dengan dapur, serta sebuah ruang tidur berukuran dua kali satu meter. Jika Daeng Mandong memasak sesuatu, asap perapiannya memenuhi rumah dan mengepul keluar dari lubang-lubang di dinding papan yang rapuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggi rumah panggung tidak seberapa. Lantainya, yang terbuat dari papan sedikit tebal, hanya berjarak sekitar semester dari tanah. Namun, ruang itu cukup bagi tiga ekor anjing miliknya, yang sudah dipeliharanya sejak 10 tahun lalu. Binatang-binatang itulah, yang selalu menemani Daeng Mandong dan menjaganya dari serbuan babi hutan, yang kadang menyerang rumah di malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.panyingkul.com/gambar/gunung3&lt;br /&gt;Kelompok pencinta alam yamg mendaki Gunung Bawakaraeng menjadi sahabat Daeng Mandong&lt;br /&gt;Foto: http://ojifaroz.multiply.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari lembah itu, Daeng Mandong juga mengawasi aktivitas para peternak di lereng-lereng gunung. Kadang, ia membantu peternak yang merupakan warga dari sejumlah desa yang ada di sekitar kaki gunung, menambatkan binatang ternaknya dan memberikan makan. Sosok Daeng Mandong sangat berarti bagi warga desa. Karena ia menjadi pemberi informasi awal bagi para warga di sekitar kaki gunung, jika terjadi gejala alam yang membahayakan jiwa mereka. Dari informasinya itulah, warga memutuskan apakah akan tetap melakukan kegiatan bertani dan berternak, atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain warga desa, Daeng Mandong juga ternyata menjadi Rescue Team dadakan, jika ada diantara pendaki Gunung Bawakaraeng yang mengalami musibah. Seperti kehilangan jalur atau tewas karena terjatuh di jurang. Wawa, Ketua Mahasiswa Pencinta Alam STIKOM Fajar, mengisahkan, timnya pernah dibantu Daeng Mandong untuk mencari seorang kawannya yang terjatuh di jurang di kawasan Lembah Loe, sekitar tahun 2002 lalu. “Luar biasa. Hanya dalam sehari, Tata’ Mandong bisa menemukan jenazah kawan saya itu,” ungkap Wawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pendaki itu sering memanggil Daeng Mandong dengan sebutan Tata’, Bahasa Makassar yang artinya Bapak. Sebutan itu, diartikan sebagai sapaan penghormatan mereka kepada Daeng Mandong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Daeng Mandong bercerita, selain kondisi Gunung Bawakaraeng, masih ada satu hal lagi yang mengganjal pikirannya. Meski sudah 10 tahun, ia masih memikirkan keberadaan istri dan anaknya. Tahun 1986 lalu, Daeng Mandong harus menerima kenyataan pahit. Sang istri, Maniah, menuntut cerai suaminya itu, karena tak tahan dengan kondisi kemiskinan yang dialami keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaji dari pekerjaan Daeng Mandong sebagai penanam bibit pohon, tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga. Maniah, akhirnya pergi dan membawa serta puteri semata wayang mereka, Fatimah, ke Makassar. Perpisahan itu, ternyata makin memompa semangat Daeng Mandong. Di tahun yang sama, ia memutuskan pindah dari desanya di Desa Takappala, dan memilih hidup sendiri di Lembah Ramma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai saat ini, Daeng Mandong tak mengetahui keberadaan mereka. Laki-laki itu, tetap menyimpan kerinduan. “Punna nakulle sallang, nia se’re wattu, lakuboya ngasengngi,” katanya. Yang artinya, kalau ada waktu saya ingin mencari mereka...(p!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Citizen reporter Akbar Abu Thalib dapat dihubungi melalui email akbar_makassar@plasa.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.panyingkul.com/view.php?id=153&amp;jenis=kabarkita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3643819622713002394-2243470367428501448?l=pijaralam.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pijaralam.blogspot.com/feeds/2243470367428501448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3643819622713002394&amp;postID=2243470367428501448' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/2243470367428501448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3643819622713002394/posts/default/2243470367428501448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pijaralam.blogspot.com/2008/11/gunung-bawakaraeng.html' title='Penjaga Gunung Bawakaraeng'/><author><name>pijaralam</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06269059157726710011</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='19' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SUu_v_gO10I/AAAAAAAAADo/D9mAgkYXABg/S220/pa.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NtLDsreUGps/SSWMsA9CXgI/AAAAAAAAACM/NNHnrlNei3A/s72-c/mandong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
